Fanatisme

Sekilas kata-kata itu sangat akrab dengan kita…tapi artinya begitu mendalam dan sangat rumit untuk di jelaskan. Aliran fanatisme atau fanatik terhadap sesuatu terkadang tidak bisa mentolerir keadaan yang berbeda dari alirannya. Mereka mempunyai satu visi dan menganggap aliran lain salah. Sikap seperti itu yang membuat mereka tertutup akan segala sesuatu, tak mampu berfikir dengan memakai logika dan perasaan. Fanatisme kerap menjadi momok yang sangat berbahaya bagi diri mereka dan orang sekelilingnya.
Pembahasan kali ini hanya ingin membuka sedikit tentang fanatisme yang terkadang tidak sesuai lagi dengan zaman.
Fanatime atau sifat fanatik adalah suatu sifat yang sangat dilebih-lebihkan dalam mencintai atau menyanjung sesuatu. Bukankah kita tak boleh terlalu menyanjung atau melebih-lebihkan???
Kalau dalam lagu juga ada istilahnya ” yang sedang-sedang saja”..lalu mengapa masih ada juga yang terlalu fanatik terhadap sesuatu. Tidak kah kita bisa mengkaji dan membuka setiap lembar dari kehidupan serta membandingkan dengan sesuatu yang lain, agar kita bisa membuka mata dan fikiran itu untuk hal-hal yang lebih baik lagi.
Tercetus tulisan ini setelah melihat dan membaca berita di CNN, detik.com tentang penyiksaan yang akhirnya menjadi kematian seorang anak remaja berumur 17 tahun di Irak hanya karena ia berpacaran dengan satu penganut aliran yang berbeda dengannya. Duaa Khalil Aswad nama gadis itu.

Ternyata fanatisme masih begitu kental disana, sampai keluarga nya sendiri tega menghukum dan menghabisi nyawa sang gadis demi kehormatan aliran mereka. Yang terbesit dalam hati sekarang hanyalah, kadang kita kerap melakukan dan menyampaikan sesuatu atas nama Tuhan dan agama. Padahal tanpa kita sadari semua itu hanya demi kepentingan dan ego kita semata.
Kenapa harus mengagung-agungkan nama Tuhan hanya untuk memberikan kepuasan bagi suatu tujuan???kejadian yang menimpa Duaa adalah bukti bahwa ego telah mengalahkan segalanya. Rasa kasih sayang didalam hati telah hilang oleh rasa fanatisme aliran yang mungkin juga tak pernah tau asal usulnya.
Sering disesalkan banyak dari kita selalu menyebut dan menjelek-jelekan suatu agama, akibat perbuatannya yang begitu keji…padahal harusnya kita juga bisa membuka mata..bahwa agama yang dianut seseorang tak bisa menjamin tingkah laku dan kebiasaan seseorang. Prilaku beringas yang ada didirinya adalah berasal dari syetan yang bersemayam dala hatinya, hanya saja untuk menutupi itu semua disebutlah agama dan Tuhan sebagai topengnya..
Untuk itu hendaklah kita lebih relevan dan bijak dalam menanggapi segala sesuatu karena Agama tak pernah mengajarkan kita untuk berperilaku jahat dan membunuh..tapi agama selalu saja dijadikan tameng untuk menutupi segala kejahatan dan TUHAN selalu disebut dalam melaksanakan kejahatan itu.
Semoga semua tragedi yang terjadi membuat kita lebih melihat ke dalam diri kita sendiri, meniliknya lebih jauh, agar semua tragedi seperti Duaa takkan pernah terjadi lagi.
TUHAN…..Masih adakah cinta didunia ini????….

Published in: on 25 Mei 2007 at 9:44 am  Comments (6)  

The URI to TrackBack this entry is: https://izzasyifa.wordpress.com/2007/05/25/fanatisme/trackback/

RSS feed for comments on this post.

6 KomentarTinggalkan komentar

  1. Well said Yen, “Where is the love……”

    This is the year 2007, yet some of us live in and are using barbaric way of solving things. It’s kinda ironic and very shattering story. They are trying to make us believe what they did is for the sake of God, family and their own tribe?

    Police did nothing when the “honour killing” went on. Gosh! Nations are trying to achieve the MDG and we’re faced with this painful Romeo-Juliet story. Come on, what we need to eliminate is poverty, equal rights for women, proper education, and accessible health care for all.

    Let’s spread this story for the whole world. Let us end this barbaric way once and for all.

  2. yeni,
    cinta tetap ada. tapi hanya bagi sebagian orang.

    agama “sudah mati”. yang hidup tinggallah TUHAN. bagi banyak orang, agama cuma simbol dan ritual.

    aku pun sangat marah sejak semalam mendengar duaa dibunuh hanya karena ia pacaran dengan pria yang tidak seagama dengannya.

    aku cuma bisa memaki-maki mereka di blogku.
    memaki manusia binatang berhati iblis seperti mereka adalah hal yang manusiawi.

    bila engkau sudah memahami apa itu cinta, dan mendapatkannya, rawatlah itu yen.
    salam.

  3. yeni,
    cinta tetap ada. tapi hanya bagi sebagian orang.

    agama “sudah mati”. yang hidup tinggallah TUHAN. bagi banyak orang, agama cuma simbol dan ritual.

    aku pun sangat marah sejak semalam mendengar duaa dibunuh hanya karena ia pacaran dengan pria yang tidak seagama dengannya.

    aku cuma bisa memaki-maki mereka di blogku.
    memaki para manusia binatang berhati iblis.

    bila engkau sudah memahami apa itu cinta, dan mendapatkannya, rawatlah itu yen.
    salam.

  4. fanatisme – boleh saja.. asal yang tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar norma2 yang ada.. cos fanatisme

  5. Fanatisme tidak dilarang, selama itu masih dalam pekarangan berpagar jelas. Bukan berarti karena sebuah fanatisme kita bebas menyalahkan bahkan menghukum hingga mati orang yang tak sepaham dengan kita, itu fanatisme kebablasan namanya. Ingatlah bahwa kita cuma manusia biasa dengan fanatisme yang tidak selalu benar, jadi jangan menyalahkan faham orang lain yang tidak sealiran dengan kita.
    Tulisan yang bagus yen, tetaplah berkarya dan merdekalah menulis. Bela kebenaran dengan tulisan. Salam

  6. sungguh perlakuan yg kejam dan tak manusiawi…

    Tuhan selalu mengajarkan kebaikan kepada manusia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: